EDUCATION 4.0 FUTURE OF LEARNING

Program pendidik 4.0 oleh kementerian pendidikan tinggi sudah bekerja dengan sangat baik. Melatih para pendidik dari semua universitas negeri, politeknik, dan komunitas dalam memikirkan kembali pengajaran dan mendesain ulang pembelajaran yang relevan bagi generasi ini. Dalam program ini, kami mengubah pengajaran menjadi pembelajaran yang lebih interaktif dan bermakna .

Pembelajaran Program ini membayangkan untuk menghasilkan 400 pendidik yang akan menjadi pelatih 4.0 pendidik di seluruh Malaysia dengan menerapkan teori dan konsep heutagogi untuk desain pembelajaran mendalam dan pengalaman campuran Kami memperkenalkan kemudian ke konsep pendidikan 4.0 dan pentingnya, kemudian pindah ke pengajaran transformatif melalui membalik kelas 4.0, ceramah interaktif menggunakan teknologi alat kolaboratif yang disempurnakan serta penilaian waktu nyata Apa lagi yang dilakukan Program ini kemudian dilanjutkan dengan pembelajaran mendalam melalui alat belajar virtual dan blended ,kemudian diakhiri dengan pembelajaran mendalam menggunakan augmented reality dan aplikasi mobile serta e-portofolio sebagai penilaian alternatif.

Program ini untuk melatih dan menghasilkan 4.0 pendidik terbaik di Malaysia Pendidikan 4. 0 roadshow yang Anda lakukan di seluruh Malaysia pada tahun 2017 mewujudkan kenyataan pendidik 4.0 Ba.  Saat ini melatih 400 pendidik dan akan menjadi pelatih 4.0 pendidik di seluruh Malaysia .

Program pendidik 4.0 melatih para pendidik dalam memikirkan kembali dan mendesain ulang pembelajaran yang relevan untuk generasi Z dan revolusi industri keempat .Program ini bertujuan untuk mengubah pengajaran menjadi lebih aktif, imersif, dan bermakna kemudian pindah ke pengajaran transformatif melalui kelas 4.0 dan ceramah interaktif menggunakan teknologi.

Alat kolaborasi yang disempurnakan seperti dinding virtual dan obrolan saluran belakang .Penilaian waktu nyata juga diperkenalkan menggunakan kuis interaktif online .Program ini menghubungkan pendidik 4.0 dengan cetak biru pendidikan Malaysia 2015-2025. Pendidikan tinggi Program ini juga memperkenalkan pendidik untuk pembelajaran mendalam melalui alat belajar virtual dan campuran.Program ini mengekspos mereka dengan lingkungan pembelajaran online global seperti kursus online terbuka besar

Dalam program ini dilatih dalam mengembangkan materi pembelajaran digital menggunakan animasi 2D dan 3D serta videocribing dan screencasting .Program yang dilakukan untuk melatih pendidik untuk merancang pembelajaran mendalam yaitu dengan menggunakan mobile augmented reality untuk memadukan dunia nyata dengan dunia maya dan memperkenalkan pesan instan sebagai platform sosial untuk belajar  diskusi . Dalam penilaian alternatif ada tiga jenis penilaian diperkenalkan yaitu penilaian untuk belajar, penilaian belajar dan penilaian sebagai pembelajaran

Hadirnya revolusi industri 4.0 membuat dunia kini mengalami perubahan yang semakin cepat dan kompetitif. Di bidang pendidikan, revolusi industri 4.0 memberi tantangan sekaligus peluang menarik. Olehnya, dunia pendidikan juga mau tak mau harus tanggap dan siap menyesuaikan agar output-nya bisa bersaing dan berdaya-guna di era industri 4.0. Beberapa hal yang harus mendapat perhatian serius dalam dunia pendidikan berhadapan dengan revolusi industri 4.0 antara lain:

  1. Peninjauan Kembali Fokus Kurikulum Pendidikan. Menghadapi industri 4.0 kurikulum pendidikan harus ditinjau dan disesuaikan. Kiranya mendesak dalam kurikulum pendidikan untuk sejak dini peserta didik dibekali dengan lima kompetensi ini. Pertama, kemampuan berpikir kritis. Kedua, kreatifitas dan kemampuan inovatif. Ketiga, keterampilan menggunakan teknologi dan kemampuan berkomunikasi. Keempat, kemampuan bekerjasama dan berkolaborasi. Kelima, kepercayaan diri. Kelima kompetensi ini mendesak untuk ditanamkan sejak dini karena akan menjadi modal dasar bagi peserta didik untuk masuk dalam dunia industri 4.0. Bila ini diabaikan atau tidak direspon secara cepat dan tepat, produk pendidikan kita pasti tidak akan siap menjawab tantangan di era revolusi 4.0.
  • Penerapan Konsep Heutagogi dalam Proses Belajar Mengajar. Dalam proses belajar mengajar, konsep pedagogi masih terasa dominan dimana peserta didik lebih banyak ditentukan dan diarahkan pengajar. Pada tingkatan pendidikan yang lebih tinggi konsep ini perlu digeser pada konsep andragogi dimana hubungan pengajar dan peserta didik lebih bersifat timbal balik, pengajar tidak dominan mengarahkan tapi berperan sebagai fasilitator. Penekanannya lebih pada diskusi, simulasi, permainan peran dan pemecahan masalah. Pada era industri 4.0 proses belajar tidak cukup hanya sampai pada konsep adragogi, tetapi harus dikembangkan konsep heutagogi dimana peserta didiklah yang diberi peran dominan. Peserta didik diberi banyak ruang dan waktu untuk menentukan apa dan bagaimana belajar itu sambil memanfaatkan ledakan teknologi informasi di sekitarnya. Stewart Hase & Chris Kenyon (2013) menjelaskan bahwa “… the essence of heutagogy is that in some learning situations, the focus should be on what and how the learner wants to learn, not on what is to be taught…” Konsep heutagogi menawarkan kebebasan kepada pebelajar (learner) untuk menentukan  (determine) sendiri belajarnya.  Learner dan teacher saling bertukar pikir tentang apa yang pas untuk dipelajari oleh pebelajar dan bagaimana cara membelajarkannya atau langkah-langkah pembelajaran dan sumber-sumber belajar apa yang digunakan untuk mencapai tujuan belajar yang sudah ditentukan tersebut. Dengan kata lain posisi pembelajar lebih sebagai konsultan pembelajaran. Namun, yang perlu untuk digarisbawahi bahwa dalam praktiknya heutagogi lebih menekankan pada tingkat kemandirian  dan kematangan pebelajar dalam belajarnya. Dengan kata lain, meskipun sangat menjanjikan, kesuksesan penerapan heutagogi hanya akan maksimal jika target belajarnya memiliki tingkat kemandirian dan kematangan belajar yang cukup, yaitu memiliki visi belajar yang jelas, memiliki pemahaman yang baik tentang kecenderungan belajar dan gaya belajar (metacognitive skill)  yang dimiliki. Metode ini tentu tidak cocok untuk pebelajar di jenjang awal, tetapi ini menjadi tantangan kita ke depan yaitu menemukan dan memastikan formula  heutagogi yang tepat untuk diterapkan pada semua jenjang pendidikan.
  • Perlunya Penelitian dan Pengembangan serta Prioritas Program . Di samping melakukan reformasi sekolah, penambahan kuota guru, revitalisasi serta peningkatan kapasitas dan profesionalisme tenaga pendidik maupun kependidikan, kurikulum yang dinamis serta sarana dan prasarana yang handal, teknologi pembelajaran yang mutakhir kiranya sangat mendesak untuk memberi perhatian lebih pada investasi, penelitian dan pengembangan program-program yang berkaitan dengan era industri 4.0. Hal ini dimaksudkan untuk mendata dan memetakan potensi, peluang, tantangan dan kesiapan kita memasuki era industri 4.0. Program-program hasil penelitian tersebut harus dijadikan prioritas dan sesegera mungkin dikembangkan secara maksimal agar kita tidak tertinggal dan kalah bersaing di era industri 4.0. Program-program yang secepatnya diberi perhatian antara lain: penyiapan teknologi yang berbasis internet di lingkungan sekolah, penyiapan sekolah-sekolah kejuruan berbasis teknologi muthahir, penyiapan politeknik-politeknik melalui program skill for competitiveness, pelatihan-pelatihan dan edukasi teknologi informasi di lingkungan pendidikan

Agar lulusan bisa kompetitif, kurikulum perlu orientasi baru, sebab adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi Lama (membaca, menulis, & matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat menurut Ahmad, I, 2018 (Aoun, MIT, 2017). Ada tiga jenis literasi dalam pembelajaran 4.0 yaitu literasi data,literasi teknologi, dan literasi manusia.


https://www.youtube.com/watch?v=Z0tKycSyyzY

Tinggalkan komentar